Beasiswa

Program RPL Tipe A2 Tingkatkan Akses di Pendidikan Tinggi

Program RPL Tipe A2 Tingkatkan Akses di Pendidikan Tinggi

Program RPL Tipe A2 Tingkatkan Akses di Pendidikan Tinggi

Program RPL Tipe A2. Akses pendidikan menjadi semakin mudah di lakukan berkat adanya program RPL Tipe A2 yang di gagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Lewat program ini maka semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi yang layak dan di akui.

Jika selama ini masyarakat cenderung memandang kurang terhadap Capaian Pembelajaran (CP) di luar pendidikan formal. Maka dengan adanya RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) mampu meningkatkan kualitas pengakuan CP tersebut di masyarakat luas. Sehingga yang namanya sertifikasi pelatihan, pengalaman kerja, dan sebagainya tidak lagi di pandang sebelah mata.

Pengertian RPL Tipe A2

RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau merupakan salah satu program pendidikan yang di selenggarakan oleh Kemendikbud Ristek. Lebih mendetail, Program RPL Tipe A2 adalah pengakuan atas Capaian Pembelajaran (CP) seseorang yang di peroleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.

Sehingga segala bentuk pencapaian pembelajaran di luar pendidikan formal kemudian lebih di akui. Sebagaimana yang sudah di contohkan di awal seperti sertifikat pelatihan dan juga pengalaman kerja. Jika selama ini hanya di akui sebagai pengalaman, maka dengan adanya program RPL di anggap sebagai suatu pengalaman pembelajaran di pendidikan formal.

Program RPL sendiri di ketahui di atur di dalam Permenristekdikti No 26 Tahun 2016 tentang Pedoman RPL. Selain tercantum pula di dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No 4 Tahun 2014.

Lewat landasan hukum yang kuat, Program RPL Tipe A2 kemudian perlu di sambut dengan sangat antusias. Sebab memberi peluang bagi siapa saja yang sempat terhenti untuk melanjutkan kuliah sampai beberapa tahun. Masih bisa kembali menempuh pendidikan tinggi yang sempat tertunda.

Dilansir dari sejumlah sumber, program RPL di tahun ini di adakan di 63 perguruan tinggi di Indonesia. Siapa saja yang sempat tertunda untuk meraih gelar Diploma, Sarjana, Magister, maupun Doktoral bisa kembali melanjutkan pendidikan tersebut. Lewat kebijakan ini juga bisa meningkatkan kesadaran mengenai proses meraih pembelajaran sampai akhir hayat.

Selain itu, semua pencapaian yang di dapatkan di tempat kerja (pengalaman kerja) kemudian di hitung atau menjadi kredit. Sehingga siswa dan mahasiswa yang memanfaatkan Program RPL ini tidak perlu belajar ulang untuk materi-materi atau mata kuliah tertentu yang sekiranya sudah di dapatkan di tempat kursus, perusahaan tempat bekerja, dan lain-lain.

Klasifikasi Program RPL Tipe A2

Melalui laman dikti.kemdikbud.go.id juga di sampaikan bahwa Program RPL di tahun akan di klasifikasikan menjadi dua program. Yakni program Sarjana dan juga program Magister atau S2. Siapa saja yang bisa mengikuti program ini? Mereka yang merupakan lulusan SMA dan ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Baca juga: Keraguan dan Harapan Baru Pendidikan Indonesia

Atau oleh mereka yang sempat melanjutkan pendidikan tinggi namun terhenti di tengah baik, baik untuk jenjang D3, S1, maupun S2. Bisa mengikuti Program RPL di sejumlah perguruan tinggi terpilih. Sehingga bisa kembali menyelesaikan pendidikan formal yang sempat tertunda sebelumnya.

Di jelaskan pula oleh Aris Junaidi selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, bahwa untuk jenjang Sarjana di dalam Program RPL Tipe A2 di peruntukan bagi masyarakat luas yang sudah menamatkan pendidikan di jenjang menengah atau SMA dan sederajat. Selain itu, bisa diikuti pula oleh masyarakat yang sempat kuliah namun putus di tengah jalan.

Sedangkan untuk program Magister di dalam RPL Tipe A2 di tujukan khusus untuk siapa saja yang sudah menyelesaikan pendidikan S1 maupun yang sempat putus kuliah di jenjang S2 tersebut. Selain itu, bisa diikuti pula oleh lulusan S1 yang sudah bekerja minimal 2 tahun atau memiliki sertifikat pelatihan yang jelas.

Syarat lain, adalah bagi siapa saja yang sudah bekerja paling tidak selama 2 tahun sehingga bisa menjadi peserta Program RPL. Kesempatan juga di berikan kepada siapa saja yang bisa menunjukan sertifikat pelatihan yang jelas. Jelas di sini adalah jelas jenis pelatihan yang di ikuti, di selenggarakan oleh lembaga mana, dan lain sebagainya.

10 Situs Jurnal Pendidikan

10 Situs Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis Bereputasi

10 Situs Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis Bereputasi

Situs Jurnal Pendidikan. Kesibukan menyusun karya ilmiah membuat kamu akrab dengan 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi. Jurnal di bidang pendidikan adalah jenis jurnal yang membahas hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan.

Jurnal ini kemudian dipublikasi, sehingga bisa disebut sebagai jurnal bereputasi yang mana memang mengarah pada jurnal internasional. Lalu, apa yang dimaksud dengan jurnal bereputasi dan dimana bisa mendapatkannya?

Berikut informasinya.

Jurnal Bereputasi

Jurnal ilmiah menjadi satu diantara beberapa jenis literatur yang ideal sekaligus sering dijadikan referensi. Baik referensi untuk melakukan kegiatan penelitian maupun menyusun karya ilmiah, sebut saja seperti skripsi, tesis, disertasi, atau jurnal ilmiah lain yang masih berhubungan.

Ketika jurnal akan dijadikan sumber referensi, maka terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh jurnal tersebut. Sehingga status jurnal menjadi “layak” untuk dijadikan referensi. Sebab tidak semua jurnal bisa dikatakan tepat atau layak dijadikan referensi, karena satu dan lain hal.

Pada umumnya, jurnal yang bisa dijadikan referensi adalah yang sudah memenuhi kriteria menjadi jurnal terakreditasi dan juga jurnal bereputasi. Apa bedanya?

Jadi, klasifikasi jurnal ilmiah memang terbilang luas. Dilihat dari cakupan publikasinya bisa menemukan jurnal nasional dan internasional. Jurnal nasional yang berkualitas dan diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Kepala LIPI disebut jurnal terakreditasi.

Semua jurnal yang statusnya sudah terakreditasi, praktis menjadi jurnal nasional yang sudah layak di jadikan referensi. Lalu, apa yang di maksud dengan jurnal bereputasi?

Istilah jurnal bereputasi di tujukan untuk jurnal internasional, yang cakupan publikasinya lebih luas. Adapun yang di maksud dengan jurnal internasional bereputasi adalah jurnal-jurnal ilmiah yang memenuhi kriteria jurnal internasional dan terindeks ke situs database bereputasi.

Saat ini situs database jurnal ilmiah bereputasi ada Scopus dan Web Science. Artinya, semua jurnal internasional yang sudah masuk ke dalam database dua situs tersebut adalah jurnal internasional bereputasi.

Jadi, bisa di bedakan dengan mudah ya antara jurnal terakreditasi dengan jurnal bereputasi. Oleh sebab itu pada saat membahas 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi maka mengarah pada jurnal internasional di bidang pendidikan.

Baca Juga: 3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

Ciri-Ciri Jurnal Bereputasi

Memudahkan proses mencari jurnal pendidikan bereputasi, maka perlu memahami dulu ciri-cirinya seperti apa. Baru kemudian mencarinya di 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi untuk memastikan jurnal yang didapat adalah jurnal internasional terbaik.

Berikut merupakan ciri-ciri jurnal internasional yang bereputasi:

1. Struktur Memenuhi Kaidah Ilmiah dan Etika Keilmuan

Ciri-ciri pertama untuk menentukan suatu jurnal pendidikan internasional sudah bereputasi atau belum adalah bisa di lihat dari struktur penulisannya. Ciri khas jurnal ilmiah adalah semua bagian dan kalimat di susun berdasarkan kaidah ilmiah dan etika keilmuan.

Ketika dari segi struktur penulisan saja sudah berbeda dari kaidah yang ada, maka tidak bisa di sebut sebagai jurnal. Lebih condong menjadi majalah atau jenis karya tulis lain selain jurnal ilmiah.

Sementara yang di maksud dengan kesesuaian dalam hal kaidah ilmiah dan etika keilmuan adalah semua narasi dalam jurnal di dasarkan pada bukti. Misalnya hasil nyata dari suatu penelitian, yang tentu bisa di buktikan secara langsung oleh penulis maupun siapa saja.

Jika narasi atau apa yang di sampaikan di dalam jurnal adalah opini semata, maka tidak bisa di sebut sebagai jurnal.

2. Sudah Memiliki ISSN

Jika memilih 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi pastikan jurnal yang di dapat sudah memiliki ISSN. ISSN atau International Standard Serial Number yang merupakan identitas dari suatu terbitan ilmiah, dalam hal ini adalah jurnal ilmiah internasional.

Fungsi ISSN sama persis dengan ISBN pada buku yang di terbitkan secara luas. Jurnal yang sudah memiliki ISSN artinya jurnal tersebut sudah terdaftar, sudah terdata, dan juga merupakan jurnal resmi. ISSN menjadi identitas yang hanya di miliki satu jurnal.

Pada saat jurnal dengan judul yang sama di terbitkan dalam versi cetak dan elektronik. Maka jurnal tersebut memiliki dua ISSN berbeda, satunya untuk jurnal cetak dan satunya lagi untuk jurnal elektronik.

3. Menggunakan Bahasa Resmi PBB

Ciri jurnal internasional bereputasi berikutnya adalah di lihat dari segi bahasa yang di gunakan. Jadi, pada saat menyebut atau membahas jurnal internasional bereputasi maka tidak ada yang memakai bahasa Indonesia.

Semua jurnal dari berbagai negara menggunakan bahasa resmi dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Yakni bahasa Inggris, Rusia, Mandarin, Arab, Perancis, dan juga Spanyol.

Diluar dari bahasa resmi PBB tersebut maka suatu jurnal belum bisa di sebut jurnal internasional, apalagi jurnal bereputasi.

4. Memiliki Terbitan Versi Daring

Salah satu syarat dari jurnal internasional adalah bisa di akses oleh banyak orang di seluruh dunia. Maka syarat penting atau ciri-ciri dari jurnal internasional, terutama yang bereputasi adalah memiliki terbitan versi daring atau online. Mengapa?

Sebab, jurnal yang di terbitkan secara online membuatnya bisa menembus batasan geografis. Sehingga memungkinkan jurnal tersebut untuk di baca oleh masyarakat di seluruh dunia.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jurnal Predator yang Wajib Dipahami

5. Dikelola Secara Profesional

Mencari 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi sama artinya mencari jurnal pendidikan bereputasi. Pastikan jurnal-jurnal di situs tersebut memang bereputasi, dan salah satunya di tunjukan oleh pengelolaan secara profesional.

Ciri-ciri jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang publikasinya di kelola secara profesional. Yakni di tangani oleh perusahaan penerbitan yang memang memiliki kewenangan dan juga kemampuan untuk mempublikasikan jurnal ke ranah internasional.

6. Punya Dewan Editor

Jurnal internasional bereputasi juga wajib di kelola atau di periksa oleh dewan editor. Editornya pun bukan sembarang editor, melainkan para pakar di bidangnya dan sedikitnya berasal dari 4 negara berbeda.

Jadi, isi dari jurnal tersebut di pastikan sesuai dengan bidang keilmuan dari berbagai negara yang kemudian layak menjadi jurnal internasional.

7. Diterbitkan dalam Satu Terbitan

Ciri jurnal internasional bereputasi berikutnya adalah di terbitkan dalam satu issue atau satu terbitan. Maksudnya adalah jurnal internasional tersebut meskipun di tulis oleh beberapa penulis dari berbagai negara.

Tetap akan di publikasikan dalam satu nomor penerbitan.

8. Ditulis oleh Penulis dari Minimal 2 Negara

Jurnal internasional yang di muat di dalam 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi pastikan di susun dari beberapa penulis. Pasalnya, salah satu ciri sekaligus syarat suatu jurnal bisa masuk daftar jurnal internasional bereputasi adalah di susun minimal 2 penulis dan dari 2 negara berbeda.

Tidak masalah jika jurnal tersebut kemudian di tulis lebih dari 2 penulis dan lebih dari 2 negara berbeda. Memastikan penulisnya dari dua orang dan dari negara berbeda bisa dilihat pada bagian biodata penulis.

9. Terindeks di Database Internasional

Perbedaan mendasar antara jurnal internasional dengan jurnal internasional bereputasi adalah bisa tidaknya menembus database internasional. Jadi, di dunia jurnal internasional ada beberapa situs yang di kenal punya reputasi baik.

Situs ini memiliki proses seleksi ketat untuk membuatnya bisa di tembus oleh jurnal-jurnal yang di publikasikan secara internasional. Sehingga, semua jurnal yang sudah masuk ke dalam databasenya adalah jurnal internasional bereputasi.

Rekomendasi 10 Situs Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis Bereputasi

  1. Perpusnas

  2. LIPI
  3. Portal Garuda
  4. Google Scholar
  5. IOSR Journal
  6. DOAJ
  7. CiteSeer
  8. JSTOR
  9. Microsoft Academic
  10. Sage Journals

Lewat daftar 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi tersebut maka kamu akan terbantu menemukan jurnal yang sesuai.

3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

Dampak Perubahan RUU Sisdiknas – RUU Sisdiknas belakang ini memang menjadi perbincangan hangat, sebab ada pro dan kontra yang menyertainya dalam tahap uji publik. RUU baru ini nantinya yang di rencanakan menggantikan UU Sisdiknas lama.

Sebagai UU baru untuk menggantikan UU lama, tentunya akan di jumpai beberapa perbedaan. Perbedaan ini ternyata tidak hanya berdampak bagi guru yang mengajar di sekolah-sekolah. Tapi juga memberi pengaruh pada dosen di pendidikan tinggi.

Baca juga: Pendidikan Antikorupsi Siap Diterapkan di Semua Jenjang Pendidikan

RUU Sisdiknas Terbaru Berdampak bagi Pendidikan Tinggi

RUU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) tengah memasuki tahap uji publik dan mendapatkan sambutan yang beragam. Banyak yang kontra terhadap isi dari RUU Sisdiknas tersebut, salah satunya berkaitan dengan penghapusan tunjangan pendidik.

Terlepas dari pro dan kontra, ternyata dampak perubahan RUU Sisdiknas tidak hanya d irasakan para guru yang mengajar di sekolah. Dampak perubahan ini ternyata juga di rasakan di pendidikan tinggi dan mengarah pada dosen dan institusi yang menaunginya.

Susunan pasal-pasal di dalam RUU Sisdiknas di ketahui juga membahas mengenai beberapa aspek di lingkungan pendidikan tinggi. Perubahan ini yang kemudian membuat RUU tersebut juga mempengaruhi sistem kinerja dosen dan institusi (PT).

Bagi dosen, bersama dengan RUU Sisdiknas jika memang kedepan di sahkan maka akan ada perubahan dalam pelaksanaan Tri Dharma. Sehingga dosen perlu mencermati isi RUU Sisdiknas seperti apa karena akan mempengaruhi tugas pokoknya ketika di sahkan.

Selain itu, RUU Sisdiknas juga di ketahui memberikan dampak pada tata kelola perguruan tinggi atau institusi pendidikan. Dampak perubahan RUU Sisdiknas di ketahui akan mempengaruhi hak otonom PTN.

Adanya fakta ini menunjukan bahwa RUU Sisdiknas perlu di dalami dan di pahami dengan baik. Sebab memberikan pengaruh terhadap seluruh jenjang pendidikan di tanah air, sesuai dengan namanya yakni Sistem Pendidikan Nasional.

Jika di sahkan, maka isi RUU Sisdiknas inilah yang akan di laksanakan sepenuhnya oleh seluruh penyelenggara pendidikan di Indonesia. Eksekusi aturan di dalam RUU ini salah satunya adalah pendidik, baik itu guru maupun dosen.

Dampak Perubahan RUU Sisdiknas

Adapun dampak perubahan RUU Sisdiknas juga di jelaskan langsung oleh pihak Kemdikbud pada 31 Agustus 2022. Yakni melalui akun Instagram resmi milik Kemdikbud di @kemdikbud.ri.

Berikut adalah detail perubahan di pendidikan tinggi mengacu pada isi RUU Sisdiknas terbaru:

1. Visi dan Misi Pendidikan Tinggi Semakin Fokus

Jika mendalam isi UU Sisdiknas lama, maka di sebutkan setiap perguruan tinggi dan seluruh elemen di dalamnya wajib melaksanakan Tri Dharma secara proporsional. Tiga tugas di dalamnya wajib di jalankan secara seimbang.

Yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang di laksanakan oleh dosen dan mahasiswa. Semua di laksanakan tanpa terkecuali dan dalam porsi sama besar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Namun, RUU Sisdiknas mengubah isi terkait pelaksanaan Tri Dharma tersebut. Dampak perubahan RUU Sisdiknas ini tak pelak mempengaruhi pelaksanaan Tri Dharma yang di lakukan dosen maupun mahasiswa.

Melalui RUU Sisdiknas terbaru di jelaskan, pelaksanaan Tri Dharma di sesuaikan dengan visi dan misi perguruan tinggi. Serta disesuaikan dengan mandatnya. Berhubung setiap perguruan tinggi memiliki visi dan misi berbeda.

Maka ketika RUU Sisdiknas sudah di sahkan, tidak ada kewajiban melaksanakan Tri Dharma dalam porsi seimbang di seluruh perguruan tinggi tanah air. Melainkan di sesuaikan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi dengan melihat visi, misi, dan mandat internal.

Adanya perubahan dari aspek ini bisa memberi angin segar bagi pengelola perguruan tinggi. Yakni bisa mengembangkan diri sesuai dengan tujuan atau fokus utama PT tersebut.

2. Terjadi Penguatan Otonomi di Pendidikan Tinggi

Dampak perubahan RUU Sisdiknas yang kedua bagi lingkungan pendidikan tinggi adalah pada penguatan otonomi. Seperti yang di ketahui bersama, selama ini PTN terbagi menjadi beberapa jenis sesuai tingkat otonomi yang di miliki.

Sebut saja seperti PTN satuan kerja, badan hukum, dan juga badan layanan hukum. Hak otonomi tertinggi adalah pada PTN Badan Hukum yang memiliki fleksibilitas dalam mengelola sumber pemasukan finansial PTN tersebut.

Hak otonomi ini kemudian mengalami perubahan besar di dalam RUU Sisdiknas, dimana di berikan sama rata kepada seluruh PTN. Artinya, semua PTN di Indonesia otomatis berstatus sebagai Badan Hukum yang punya hak otonomi tinggi.

Melalui perubahan ini di harapkan seluruh PTN di tanah air bisa terus maju dan berkembang sesuai dengan visi misi PTN tersebut. Sekaligus bisa mempercepat pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Sebab dengan memberikan penguatan hak otonomi, maka hal ini bisa menjadi sarana akselerasi bagi PTN untuk menguatkan layanan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Meskipun seluruh PTN akan di buat berbadan hukum bersama perubahan RUU Sisdiknas. Tidak lantas membuat pendanaan dari pemerintah ikut di kurangi sebagaimana yang berlaku untuk PTN Badan Hukum saat ini.

Melainkan di sediakan dana dalam jumlah yang tetap sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kemendikbud Ristek. Selain itu kebijakan RUU Sisdiknas ini juga tidak mempengaruhi kuota dan aturan terkait penerimaan mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu.

Artinya, meskipun secara otomatis seluruh PTN menjadi Badan Hukum. Namun di pastikan tetap akan memperoleh bantuan dana operasional dari pemerintah. Sekaligus tetap dibuka jalur afirmasi untuk mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu.

3. Penyederhanaan pada Standar Pendidikan Nasional

Dampak perubahan RUU Sisdiknas yang ketiga adalah terjadinya penyederhanaan pada standar pendidikan nasional. Jadi, selama ini standar pendidikan nasional total ada 8 poin yang mengatur pelaksanaan Tri Dharma.

Aturan ini di nilai terlalu mengikat dan administratif sehingga perlu di sederhanakan untuk memudahkan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia. Maka dari 8 poin standar di sederhanakan menjadi 3 standar saja.

Yakni mencakup input, proses, dan juga capaian. Perguruan tinggi di masa mendatang jika RUU Sisdiknas resmi di sahkan maka cukup fokus pada 3 standar pendidikan nasional tersebut.

Pada pendidikan tinggi, pelaksanaan Tri Dharma kemudian cukup fokus pada 3 standar pendidikan nasional tersebut. Hal ini tentu bisa di katakan sebagai sebuah angin segar agar para dosen tidak lagi disibukan dengan kegiatan administratif yang berlimpah dan fokus pada capaian atau hasil.

Penyederhanaan ini tentu saja membantu dosen dan mahasiswa untuk fokus dengan kegiatan yang di lakukan agar sesuai dengan tujuan utama pelaksanaannya. Tidak lagi terikat aturan baku yang di tetapkan pemerintah. Sebab kondisi dan kebutuhan setiap perguruan tinggi dijamin berbeda-beda.

Harus diakui bahwa isi RUU Sisdiknas tidak melulu negatif, adanya perubahan dari UU Sisdiknas lama tentu bertujuan untuk menyempurnakan kekurangan yang sudah ada. Sehingga bisa memberikan dampak positif bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Melalui penjelasan dampak perubahan RUU Sisdiknas tersebut, di harapkan bisa menjadi bahan untuk mendalami kembali isi RUU tersebut. Selain itu penting untuk update penjelasan dari pihak Kemdikbud baik melalui website maupun akun media sosial resminya.

Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 Dibuka Mei Ini!

Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 Di buka Mei Ini!

Program beasiswa bergengsi dari pemerintah Indonesia ternyata tak hanya beasiswa LPDP, akan tetapi juga ada program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Program beasiswa ini masih tergolong baru, karena pertama kali dirilis di tahun 2021 lalu.

Meskipun begitu dengan cakupan semua jenjang pendidikan dan perguruan tinggi tujuan bisa di dalam maupun luar negeri. Program beasiswa satu ini bisa di jadikan pilihan selain beasiswa LPDP untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin secara gratis. Berikut detail informasinya.

Apa Itu Beasiswa Pendidikan Indonesia?

Program Beasiswa Pendidikan Indonesia kemudian di sebut dengan istilah BPI. Beasiswa Pendidikan Indonesia merupakan program beasiswa hasil kerjasama Kemdikbud dengan LPDP untuk kuliah gratis di dalam maupun luar negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3.

BPI menjadi salah satu program beasiswa bergelar yang pelaksanaannya di lakukan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan. Sementara untuk sumber dana di dalam program ini, bersumber dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Sesuai dengan pengertiannya, program beasiswa satu ini di tujukan untuk semua jenjang pendidikan tinggi. Sehingga lulusan SMA maupun SMK bisa ikut berpartisipasi untuk mendapatkan beasiswa di jenjang S1.

Sementara untuk lulusan S1 maupun S2, baik dari perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, juga bisa ikut serta dengan memilih jenjang pendidikan yang sesuai. Sebab ada jenjang pendidikan S2 dan juga S3.

Dimana para penerima bisa kuliah? Dalam ketentuan program Beasiswa Pendidikan Indonesia di sebutkan bahwa penerima program bisa kuliah di perguruan tinggi atau universitas manapun, baik di dalam maupun luar negeri.

Beasiswa Pendidikan Indonesia di ketahui bersifat penuh (fully funded). Sehingga tidak hanya mencakup biaya pendidikan saja, melainkan juga menyediakan dana untuk memenuhi kebutuhan harian seperti akomodasi, transportasi, dan lain-lain kepada penerima program.

Sejauh ini, BPI di selenggarakan dalam dua skema, yakni program bergelar dan non gelar. Pada tahun 2022, BPI hanya di buka untuk beasiswa bergelar. Sedangkan sasaran dari program ini sendiri cukup beragam di sesuaikan dengan jenjang pendidikan, yaitu:

  1. Beasiswa jenjang S1, di tujukan untuk:

    • Calon guru SMK
    • Pelaku budaya, dan lainnya
  2. Beasiswa jenjang S2, di tujukan untuk:

    • Dosen yang memiliki NUP (Nomor Urut Pendidik)
    • Calon dosen pada PTNB (Perguruan Tinggi Negeri Baru)
    • Tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri Pendidikan Akademik/ Vokasi dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
    • Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di Lingkungan Kemendikbud Ristek,
    • Pelaku Budaya
    • Guru/ Pendidik/ Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan formal dan non formal di lingkungan Kemendikbud Ristek
    • Mahasiswa berprestasi.
  1. Beasiswa jenjang S3, di tujukan untuk:

    • Dosen perguruan tinggi akademik
    • Dosen perguruan tinggi vokasi
    • Tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri Pendidikan Akademik/ Vokasi dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
    • Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di Lingkungan Kemendikbud Ristek
    • Guru/ Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan formal dan non formal di lingkungan Kemendikbud Ristek
    • Dosen pendidikan profesi Guru
    • Pelaku Budaya
    • Dosen/peneliti atau calon dosen/peneliti fakultas kedokteran di Indonesia

Baca juga: Pendidikan Politik di Desa Mengembangkan Kesadaran Politik Warga Desa

Jadwal BPI 2024

Sudahkah program BPI Tahun 2024 dibuka pendaftarannya? Kabar baik! Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 dibuka pada 2-31 Mei 2024 (untuk perguruan tinggi luar negeri) dan 2 Mei – 30 Juni 2024 (untuk perguruan tinggi dalam negeri).