Tips dan Cara Menjadi Guru

Tips dan Cara Menjadi Guru Pembimbing yang Baik

Tips dan Cara Menjadi Guru Pembimbing yang Baik

Tips dan Cara Menjadi Guru Pembimbing yang Baik – Sudah berapa lama Anda menekuni profesi guru? Bisa jadi sudah sangat lama, dan sudah sekian tahun yang lalu Anda sibuk mencari info mengenai cara menjadi guru. Semakin lama menjadi guru, di harapkan semakin bersemangat dalam berbagi ilmu dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang di miliki.

Ada kalanya setelah menjadi guru sekian tahun, Anda akan di tunjuk untuk menjadi guru pembimbing tugas akhir. Misalnya pembimbing penyusunan TA (Tugas Akhir) maupun Skripsi kepada mahasiswa tertentu. Pernahkah terpikirkan untuk mendapat tanggung jawab tersebut?

Sekilas Tentang Guru Pembimbing Skripsi

Guru pembimbing skripsi dan tugas akhir merupakan Guru yang di tunjuk secara khusus oleh akademik kampus untuk mengarahkan, membimbing, mengoreksi, dan membubuhkan tanda tangan di dokumen tertentu dari mahasiswa yang di bimbing.

Bagi mahasiswa di semester akhir, guru pembimbing disebut sebagai orang tua kedua yang ada di kampus. Sebab menjelang masa akhir perkuliahan, interaksi pertemuan dengan guru pembimbing akan meningkat.

Sebagai orang tua kedua, maka guru pembimbing perlu paham bagaimana cara menjadi guru pembimbing yang baik. Sebab meskipun melelahkan, apalagi mendampingi beberapa mahasiswa sekaligus. Namun pada akhirnya akan merasa senang dan bangga.

Apalagi ketika mahasiswa yang di bimbing tersebut lulus tepat waktu atau mungkin memperoleh hasil atau nilai sidang skripsi yang bagus. Kesuksesan mahasiswa setelah lulus pun ada campur tangan Anda di dalamnya, dan tentu menjadi sumber kebanggaan tersendiri.

Pertimbangan Guru Tertentu Bisa Di tunjuk Menjadi Pembimbing

Sebelum membahas lebih jauh mengenai detail tata cara menjadi guru pembimbing yang baik. Perlu mengetahui dulu bahwa setiap guru, termasuk juga Anda memiliki kesempatan dan kemungkinan untuk di tunjuk menjadi guru pembimbing.

Secara umum pihak akademik kampus memiliki sejumlah pertimbangan untuk memilih Anda menjadi satu di antara beberapa guru pembimbing. Pertimbangan tersebut antara lain:

1. Kredibilitas dan Pengalaman

Hal pertama yang di lihat dan di pertimbangkan pihak kampus dalam memilih guru pembimbing adalah kredibilitas dan pengalaman. Biasanya guru dengan jam terbang minimal dua tahun punya kesempatan besar di tunjuk menjadi guru pembimbing.

Selain itu juga melihat kredibilitasnya, misalnya dari gelar dan prestasi apa saja yang sudah di torehkan selama menjadi guru. Sehingga semakin banyak kontribusi pada dunia pendidikan, semakin tinggi pula kesempatan menjadi guru pembimbing.

Oleh sebab itu, jika tertarik mengetahui cara menjadi guru pembimbing mulailah dengan menekuni profesi guru sepenuh hati. Sehingga bisa punya jam terbang tinggi dan prestasi yang banyak.

Baca juga: Memahami Arti Tut Wuri Handayani di Dunia Pendidikan Indonesia

2. Profesionalitas 

Guru yang menjunjung tinggi profesionalitas akan berkesempatan besar menjadi guru pembimbing. Yakni mengutamakan kepentingan umum baru kemudian kepentingan pribadi.

Bisa di lihat dari sikap dan keputusan yang di ambil manakala guru tersebut diberi tugas tambahan. Kemudian memilih melaksanakan tugas tersebut sekalipun di akhir pekan.

Pasalnya, ketika sudah menjadi guru pembimbing maka harus siap mendampingi mahasiswa melakukan konsultasi dan pemeriksaan teks skripsi. Bahkan diluar jam mengajar dan di akhir pekan, sekaligus dimana saja selain di kampus.

3. Ketegasan

Cara menjadi guru pembimbing lainnya adalah membangun pribadi yang tegar, khususnya di hadapan mahasiswa. Selain untuk mendapatkan wibawa sehingga mahasiswa lebih respek, harapannya juga membantu membangun karakter mahasiswa yang kuat.

Guru dengan ketegasan seperti ini di pandang cocok menjadi guru pembimbing. Sebab akan membantu mahasiswa menyusun skripsi dengan baik dan benar, sekaligus akan di katakan salah jika memang salah dan di katakan benar jika memang benar.

4. Kedisiplinan

Calon guru pembimbing juga menjadi guru yang di kenal disiplin, yakni rajin masuk kelas tepat waktu. Di buktikan pula dalam kedisiplinan untuk melakukan penelitian, publikasi karya ilmiah, dan tugas lainnya.

Sehingga saat menjadi guru pembimbing bisa mendorong mahasiswa tingkat akhir untuk segera menyelesaikan skripsinya. Sehingga cepat lulus dan berdampak baik bagi citra kampus yang bersangkutan.

5. Karakter yang Kuat

Belajar cara menjadi guru pembimbing juga dengan belajar membentuk karakter yang kuat. Karakter kuat ini akan membantu memberi bimbingan dengan benar, tidak mudah menerima gratifikasi dari mahasiswa abal-abal yang ingin lulus dengan “pelicin”.

Adakah Honor Tambahan Menjadi Guru Pembimbing?

Melalui penjelasan Tips dan Cara Menjadi Guru maka bisa di ketahui, bahwa dengan menjadi guru pembimbing maka sama artinya mendapat tambahan tugas. Umumnya satu guru pembimbing akan membimbing dua atau lebih mahasiswa semester akhir.

Sehingga wajib punya komitmen tinggi untuk membantu mahasiswa dengan sepenuh hati menyelesaikan skripsi maupun tugas akhirnya. Proses ini bisa sangat melelahkan, karena harus meluangkan waktu di antara sela waktu yang ada untuk bertemu mahasiswa.

Kelelahan ini akan terasa impas ketika melihat mahasiswa yang di bimbing lulus dan menjalani sidang dengan baik. Selain mendapat kepuasan, perlu di ketahui bahwa menjadi guru pembimbing juga akan mendapat honor tambahan.

Memahami Arti Tut Wuri Handayani di Dunia Pendidikan Indonesia

Memahami Arti Tut Wuri Handayani di Dunia Pendidikan Indonesia

Memahami Arti Tut Wuri Handayani di Dunia Pendidikan Indonesia

Indonesia memiliki banyak sekali pahlawan, salah satunya adalah Ki Hajar Dewantara yang kemudian mencetuskan arti Tut Wuri Handayani. Istilah atau semboyan Tut Wuri Handayani tentu sangat familiar di telinga siapa saja, sebab sudah di kenal sejak masuk ke bangku Sekolah Dasar.

Sekedar flashback ke masa SD dulu, mungkin tidak ada salahnya untuk membahas lagi secara mendalam mengenai Tut Wuri Handayani Tersebut.

Baca juga: Program RPL Tipe A2 Tingkatkan Akses di Pendidikan Tinggi

Sosok Ki Hajar Dewantara dan Kiprahnya di Dunia Pendidikan Indonesia

Sebelum membahas secara mendalam mengenai makna atau arti Tut Wuri Handayani, maka akan lebih baik jika mengenal siapa yang melahirkan semboyan tersebut. Seperti yang di sampaikan sekilas di awal, bahwa pencetus dari semboyan ini adalah Ki Hajar Dewantara.

Pada dasarnya, Tut Wuri Handayani adalah penggalan dari keseluruhan semboyan yang di ciptakan oleh Ki Hajar Dewantara. Lengkapnya adalah “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Ketika semboyan ini sangat dekat dengan dunia pendidikan dan mulai di ajarkan kepada anak-anak di Sekolah Dasar. Ki Hajar Dewantara sendiri di kenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat.

Dirinya lahir pada 2 Mei 1889 di Kota Yogyakarta yang kemudian tumbuh di tengah lingkungan keraton. Ki Hajar Dewantara tercatat cukup beruntung di masa kecilnya karena bisa melanjutkan pendidikan sampai tingkat tinggi.

Melalui karya Mirnawati yang berjudul Kumpulan Pahlawan Indonesia (2012) di sebutkan bahwa Ki Hajar Dewantara menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Belanda ELS (Europeesche Lagere School). Selanjutnya, di rinya kemudian melanjutkan pendidikan di STOVIA dan kemudian memutuskan untuk tidak lagi menggunakan gelar bangsawan. Sehingga mengubah namanya menjadi Ki Hajar Dewantara di usia 40 tahun yang kemudian di kenal luas oleh masyarakat Indonesia sampai sekarang.

Tujuan mengubah nama tanpa gelar bangsawan ini adalah untuk bisa berbaur atau bebas bersosialisasi dengan rakyat biasa. Sebelum di kenal sebagai pahlawan di bidang pendidikan, Ki Hajar Dewantara menekuni profesi sebagai wartawan.

Tercatat ada sejumlah surat kabar di tanah air yang menjadi tempatnya menekuni profesi sebagai kuli tinta. Yaitu:

  • Midden Java.
  • Sedyotomo.
  • Poesara.
  • Tjahaja Timoer.
  • Kaoem Moeda.
  • De Expres, dan juga
  • Oetoesan Hindia.

Selama menjadi wartawan, hasil tulisan Ki Hajar Dewantara di kenal komunikatif, tajam, dan juga patriotik. Sehingga pembacanya mampu menangkap informasi dengan mudah sekaligus membangkitkan semangat perjuangan anti penjajah.

Arti Tut Wuri Handayani

Jika membahas mengenai arti Tut Wuri Handayani maka akan membahas mengenai sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia. Selain itu juga akan membahas mengenai Bapak Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara memiliki beberapa semboyan selama masa perjuangannya di pendidikan Indonesia. Mulai dari Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan juga Tut Wuri Handayani.

Tut Wuri Handayani memiliki arti “mendorong dari belakang” yang digunakan untuk menyebutkan salah satu peran dari tenaga pendidik. Maksud dari semboyan tersebut adalah untuk menyampaikan bahwa tenaga pendidik baik guru maupun dosen punya tugas untuk memberi arahan, semangat, dan juga motivasi belajar kepada anak didiknya.

Program RPL Tipe A2 Tingkatkan Akses di Pendidikan Tinggi

Program RPL Tipe A2 Tingkatkan Akses di Pendidikan Tinggi

Program RPL Tipe A2 Tingkatkan Akses di Pendidikan Tinggi

Program RPL Tipe A2. Akses pendidikan menjadi semakin mudah di lakukan berkat adanya program RPL Tipe A2 yang di gagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Lewat program ini maka semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi yang layak dan di akui.

Jika selama ini masyarakat cenderung memandang kurang terhadap Capaian Pembelajaran (CP) di luar pendidikan formal. Maka dengan adanya RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) mampu meningkatkan kualitas pengakuan CP tersebut di masyarakat luas. Sehingga yang namanya sertifikasi pelatihan, pengalaman kerja, dan sebagainya tidak lagi di pandang sebelah mata.

Pengertian RPL Tipe A2

RPL atau Rekognisi Pembelajaran Lampau merupakan salah satu program pendidikan yang di selenggarakan oleh Kemendikbud Ristek. Lebih mendetail, Program RPL Tipe A2 adalah pengakuan atas Capaian Pembelajaran (CP) seseorang yang di peroleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.

Sehingga segala bentuk pencapaian pembelajaran di luar pendidikan formal kemudian lebih di akui. Sebagaimana yang sudah di contohkan di awal seperti sertifikat pelatihan dan juga pengalaman kerja. Jika selama ini hanya di akui sebagai pengalaman, maka dengan adanya program RPL di anggap sebagai suatu pengalaman pembelajaran di pendidikan formal.

Program RPL sendiri di ketahui di atur di dalam Permenristekdikti No 26 Tahun 2016 tentang Pedoman RPL. Selain tercantum pula di dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003, Peraturan Pemerintah No 4 Tahun 2014.

Lewat landasan hukum yang kuat, Program RPL Tipe A2 kemudian perlu di sambut dengan sangat antusias. Sebab memberi peluang bagi siapa saja yang sempat terhenti untuk melanjutkan kuliah sampai beberapa tahun. Masih bisa kembali menempuh pendidikan tinggi yang sempat tertunda.

Dilansir dari sejumlah sumber, program RPL di tahun ini di adakan di 63 perguruan tinggi di Indonesia. Siapa saja yang sempat tertunda untuk meraih gelar Diploma, Sarjana, Magister, maupun Doktoral bisa kembali melanjutkan pendidikan tersebut. Lewat kebijakan ini juga bisa meningkatkan kesadaran mengenai proses meraih pembelajaran sampai akhir hayat.

Selain itu, semua pencapaian yang di dapatkan di tempat kerja (pengalaman kerja) kemudian di hitung atau menjadi kredit. Sehingga siswa dan mahasiswa yang memanfaatkan Program RPL ini tidak perlu belajar ulang untuk materi-materi atau mata kuliah tertentu yang sekiranya sudah di dapatkan di tempat kursus, perusahaan tempat bekerja, dan lain-lain.

Klasifikasi Program RPL Tipe A2

Melalui laman dikti.kemdikbud.go.id juga di sampaikan bahwa Program RPL di tahun akan di klasifikasikan menjadi dua program. Yakni program Sarjana dan juga program Magister atau S2. Siapa saja yang bisa mengikuti program ini? Mereka yang merupakan lulusan SMA dan ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Baca juga: Keraguan dan Harapan Baru Pendidikan Indonesia

Atau oleh mereka yang sempat melanjutkan pendidikan tinggi namun terhenti di tengah baik, baik untuk jenjang D3, S1, maupun S2. Bisa mengikuti Program RPL di sejumlah perguruan tinggi terpilih. Sehingga bisa kembali menyelesaikan pendidikan formal yang sempat tertunda sebelumnya.

Di jelaskan pula oleh Aris Junaidi selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, bahwa untuk jenjang Sarjana di dalam Program RPL Tipe A2 di peruntukan bagi masyarakat luas yang sudah menamatkan pendidikan di jenjang menengah atau SMA dan sederajat. Selain itu, bisa diikuti pula oleh masyarakat yang sempat kuliah namun putus di tengah jalan.

Sedangkan untuk program Magister di dalam RPL Tipe A2 di tujukan khusus untuk siapa saja yang sudah menyelesaikan pendidikan S1 maupun yang sempat putus kuliah di jenjang S2 tersebut. Selain itu, bisa diikuti pula oleh lulusan S1 yang sudah bekerja minimal 2 tahun atau memiliki sertifikat pelatihan yang jelas.

Syarat lain, adalah bagi siapa saja yang sudah bekerja paling tidak selama 2 tahun sehingga bisa menjadi peserta Program RPL. Kesempatan juga di berikan kepada siapa saja yang bisa menunjukan sertifikat pelatihan yang jelas. Jelas di sini adalah jelas jenis pelatihan yang di ikuti, di selenggarakan oleh lembaga mana, dan lain sebagainya.

Keraguan dan Harapan Baru Pendidikan Indonesia

Keraguan dan Harapan Baru Pendidikan Indonesia

Keraguan dan Harapan Baru Pendidikan Indonesia

Berbicara mengenai problematika pendidikan Indonesia bukanlah hal yang mudah untuk segera di terapkan. Negara ini harusnya sudah cukup matang dalam mengelola sistem pendidikan dengan umur yang sudah 70 tahun. Tetapi sampai sekarang, masih banyak aspek yang harus di benahi terutama prioritas dari pemerintah dan pembangunan infrastruktur. Jika di lihat dari segi kelayakan bangunan sekolah saja, masih banyak gedung untuk kegiatan belajar yang jauh dari kata pantas. Bahkan guru dan siswa selalu cemas dengan kondisi gedung sekolah yang tidak aman untuk di tempati karena hampir roboh. Berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan di republik ini tampak semakin melebar dan komplek. Pada tanggal 17 April 2015, pemerintah melalui Menteri Pendidikan menyatakan kualitas pendidikan Indonesia sedang dalam fase gawat darurat. Sesuatu yang sangat mengejutkan di zaman yang semakin maju dan serba persaingan.

Menerima atau tidak, Indonesia merupakan negara yang mutu pendidikannya masih rendah jika di bandingkan dengan negara-negara lain bahkan sesama anggota di lingkup ASEAN. Bahkan bisa di katakan kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia masuk dalam peringkat yang paling rendah secara rata-rata. Hal ini terjadi karena sistem pendidikan Indonesia belum dapat berfungsi secara maksimal. Pemerintah perlu segera memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia agar mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan dan berdaya saing. Harapan tentunya masih terbuka lebar untuk selalu berbenah dan mempersiapkan putra-putri bangsa dalam menghadapi persaingan global yang terus berlangsung. Keraguan dan Harapan Baru Pendidikan Indonesia.

Tujuan dari pendidikan nasional

Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003, pendidikan nasional adalah mengacu pada Pancasila dan Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 yang berakar nilai keagamaan, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Pendidikan juga merupakan parameter penting dalam penilaian terhadap kemajuan suatu negara. Berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012 kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 negara di seluruh dunia. Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan Education Development Index (EDI), Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 127 negara pada 2011. Posisi ini tentunya belum memberikan penilaian good education pada kualitas pendidikan yang sampai sekarang di terapkan.

Baca juga: 10 Situs Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis Bereputasi

Koreksi dan fokus pada tujuan

Berbicara tentang pendidikan Indonesia, cobalah untuk berpikir kearah yang lebih esensial, lebih dasar, lebih real dengan konsep jawaban yang logis: apakah proses pendidikan saat ini sudah sejalan dengan tujuan itu sendiri? Sudahkah pemerintah memberikan pelayanan pendidikan secara menyeluruh bagi setiap warganya sesuai dengan UU? Ataukah sebenarnya pendidikan Indonesia ini hanyalah salah satu bagian bisnis industrialisasi dari negara yang di rasa semakin liberal ini? Pertanyaan ini tentunya berdasar pada pentingnya pendidikan yang tertuang dalam UUD pasal 31 ayat 1 dan 2. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, negara juga mempriorotaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD.

Berdasarkan data Kemendikbud 2015, di Indonesia terdapat lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan yang diakibatkan oleh faktor ekonomi. Sebagian anak-anak terpaksa memilih bekerja untuk menambah pemasukan keluarga. Hasil laporan program pembangunan PBB 2013, Indonesia menempati posisi 121 dari 185 negara dalam indeks pembangunan manusia dengan angka 0,629. Posisi ini masih tertinggal dari dua negara tetangga yaitu Malaysia (64) dan Singapura (18). Mungkin tidak ada salahnya kita belajar dari mereka.

10 Situs Jurnal Pendidikan

10 Situs Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis Bereputasi

10 Situs Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis Bereputasi

Situs Jurnal Pendidikan. Kesibukan menyusun karya ilmiah membuat kamu akrab dengan 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi. Jurnal di bidang pendidikan adalah jenis jurnal yang membahas hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan.

Jurnal ini kemudian dipublikasi, sehingga bisa disebut sebagai jurnal bereputasi yang mana memang mengarah pada jurnal internasional. Lalu, apa yang dimaksud dengan jurnal bereputasi dan dimana bisa mendapatkannya?

Berikut informasinya.

Jurnal Bereputasi

Jurnal ilmiah menjadi satu diantara beberapa jenis literatur yang ideal sekaligus sering dijadikan referensi. Baik referensi untuk melakukan kegiatan penelitian maupun menyusun karya ilmiah, sebut saja seperti skripsi, tesis, disertasi, atau jurnal ilmiah lain yang masih berhubungan.

Ketika jurnal akan dijadikan sumber referensi, maka terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh jurnal tersebut. Sehingga status jurnal menjadi “layak” untuk dijadikan referensi. Sebab tidak semua jurnal bisa dikatakan tepat atau layak dijadikan referensi, karena satu dan lain hal.

Pada umumnya, jurnal yang bisa dijadikan referensi adalah yang sudah memenuhi kriteria menjadi jurnal terakreditasi dan juga jurnal bereputasi. Apa bedanya?

Jadi, klasifikasi jurnal ilmiah memang terbilang luas. Dilihat dari cakupan publikasinya bisa menemukan jurnal nasional dan internasional. Jurnal nasional yang berkualitas dan diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Kepala LIPI disebut jurnal terakreditasi.

Semua jurnal yang statusnya sudah terakreditasi, praktis menjadi jurnal nasional yang sudah layak di jadikan referensi. Lalu, apa yang di maksud dengan jurnal bereputasi?

Istilah jurnal bereputasi di tujukan untuk jurnal internasional, yang cakupan publikasinya lebih luas. Adapun yang di maksud dengan jurnal internasional bereputasi adalah jurnal-jurnal ilmiah yang memenuhi kriteria jurnal internasional dan terindeks ke situs database bereputasi.

Saat ini situs database jurnal ilmiah bereputasi ada Scopus dan Web Science. Artinya, semua jurnal internasional yang sudah masuk ke dalam database dua situs tersebut adalah jurnal internasional bereputasi.

Jadi, bisa di bedakan dengan mudah ya antara jurnal terakreditasi dengan jurnal bereputasi. Oleh sebab itu pada saat membahas 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi maka mengarah pada jurnal internasional di bidang pendidikan.

Baca Juga: 3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

Ciri-Ciri Jurnal Bereputasi

Memudahkan proses mencari jurnal pendidikan bereputasi, maka perlu memahami dulu ciri-cirinya seperti apa. Baru kemudian mencarinya di 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi untuk memastikan jurnal yang didapat adalah jurnal internasional terbaik.

Berikut merupakan ciri-ciri jurnal internasional yang bereputasi:

1. Struktur Memenuhi Kaidah Ilmiah dan Etika Keilmuan

Ciri-ciri pertama untuk menentukan suatu jurnal pendidikan internasional sudah bereputasi atau belum adalah bisa di lihat dari struktur penulisannya. Ciri khas jurnal ilmiah adalah semua bagian dan kalimat di susun berdasarkan kaidah ilmiah dan etika keilmuan.

Ketika dari segi struktur penulisan saja sudah berbeda dari kaidah yang ada, maka tidak bisa di sebut sebagai jurnal. Lebih condong menjadi majalah atau jenis karya tulis lain selain jurnal ilmiah.

Sementara yang di maksud dengan kesesuaian dalam hal kaidah ilmiah dan etika keilmuan adalah semua narasi dalam jurnal di dasarkan pada bukti. Misalnya hasil nyata dari suatu penelitian, yang tentu bisa di buktikan secara langsung oleh penulis maupun siapa saja.

Jika narasi atau apa yang di sampaikan di dalam jurnal adalah opini semata, maka tidak bisa di sebut sebagai jurnal.

2. Sudah Memiliki ISSN

Jika memilih 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi pastikan jurnal yang di dapat sudah memiliki ISSN. ISSN atau International Standard Serial Number yang merupakan identitas dari suatu terbitan ilmiah, dalam hal ini adalah jurnal ilmiah internasional.

Fungsi ISSN sama persis dengan ISBN pada buku yang di terbitkan secara luas. Jurnal yang sudah memiliki ISSN artinya jurnal tersebut sudah terdaftar, sudah terdata, dan juga merupakan jurnal resmi. ISSN menjadi identitas yang hanya di miliki satu jurnal.

Pada saat jurnal dengan judul yang sama di terbitkan dalam versi cetak dan elektronik. Maka jurnal tersebut memiliki dua ISSN berbeda, satunya untuk jurnal cetak dan satunya lagi untuk jurnal elektronik.

3. Menggunakan Bahasa Resmi PBB

Ciri jurnal internasional bereputasi berikutnya adalah di lihat dari segi bahasa yang di gunakan. Jadi, pada saat menyebut atau membahas jurnal internasional bereputasi maka tidak ada yang memakai bahasa Indonesia.

Semua jurnal dari berbagai negara menggunakan bahasa resmi dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Yakni bahasa Inggris, Rusia, Mandarin, Arab, Perancis, dan juga Spanyol.

Diluar dari bahasa resmi PBB tersebut maka suatu jurnal belum bisa di sebut jurnal internasional, apalagi jurnal bereputasi.

4. Memiliki Terbitan Versi Daring

Salah satu syarat dari jurnal internasional adalah bisa di akses oleh banyak orang di seluruh dunia. Maka syarat penting atau ciri-ciri dari jurnal internasional, terutama yang bereputasi adalah memiliki terbitan versi daring atau online. Mengapa?

Sebab, jurnal yang di terbitkan secara online membuatnya bisa menembus batasan geografis. Sehingga memungkinkan jurnal tersebut untuk di baca oleh masyarakat di seluruh dunia.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jurnal Predator yang Wajib Dipahami

5. Dikelola Secara Profesional

Mencari 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi sama artinya mencari jurnal pendidikan bereputasi. Pastikan jurnal-jurnal di situs tersebut memang bereputasi, dan salah satunya di tunjukan oleh pengelolaan secara profesional.

Ciri-ciri jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang publikasinya di kelola secara profesional. Yakni di tangani oleh perusahaan penerbitan yang memang memiliki kewenangan dan juga kemampuan untuk mempublikasikan jurnal ke ranah internasional.

6. Punya Dewan Editor

Jurnal internasional bereputasi juga wajib di kelola atau di periksa oleh dewan editor. Editornya pun bukan sembarang editor, melainkan para pakar di bidangnya dan sedikitnya berasal dari 4 negara berbeda.

Jadi, isi dari jurnal tersebut di pastikan sesuai dengan bidang keilmuan dari berbagai negara yang kemudian layak menjadi jurnal internasional.

7. Diterbitkan dalam Satu Terbitan

Ciri jurnal internasional bereputasi berikutnya adalah di terbitkan dalam satu issue atau satu terbitan. Maksudnya adalah jurnal internasional tersebut meskipun di tulis oleh beberapa penulis dari berbagai negara.

Tetap akan di publikasikan dalam satu nomor penerbitan.

8. Ditulis oleh Penulis dari Minimal 2 Negara

Jurnal internasional yang di muat di dalam 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi pastikan di susun dari beberapa penulis. Pasalnya, salah satu ciri sekaligus syarat suatu jurnal bisa masuk daftar jurnal internasional bereputasi adalah di susun minimal 2 penulis dan dari 2 negara berbeda.

Tidak masalah jika jurnal tersebut kemudian di tulis lebih dari 2 penulis dan lebih dari 2 negara berbeda. Memastikan penulisnya dari dua orang dan dari negara berbeda bisa dilihat pada bagian biodata penulis.

9. Terindeks di Database Internasional

Perbedaan mendasar antara jurnal internasional dengan jurnal internasional bereputasi adalah bisa tidaknya menembus database internasional. Jadi, di dunia jurnal internasional ada beberapa situs yang di kenal punya reputasi baik.

Situs ini memiliki proses seleksi ketat untuk membuatnya bisa di tembus oleh jurnal-jurnal yang di publikasikan secara internasional. Sehingga, semua jurnal yang sudah masuk ke dalam databasenya adalah jurnal internasional bereputasi.

Rekomendasi 10 Situs Jurnal Pendidikan Indonesia Gratis Bereputasi

  1. Perpusnas

  2. LIPI
  3. Portal Garuda
  4. Google Scholar
  5. IOSR Journal
  6. DOAJ
  7. CiteSeer
  8. JSTOR
  9. Microsoft Academic
  10. Sage Journals

Lewat daftar 10 situs jurnal pendidikan Indonesia gratis bereputasi tersebut maka kamu akan terbantu menemukan jurnal yang sesuai.

3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

3 Dampak Perubahan RUU Sisdiknas Bagi Pendidikan Tinggi

Dampak Perubahan RUU Sisdiknas – RUU Sisdiknas belakang ini memang menjadi perbincangan hangat, sebab ada pro dan kontra yang menyertainya dalam tahap uji publik. RUU baru ini nantinya yang di rencanakan menggantikan UU Sisdiknas lama.

Sebagai UU baru untuk menggantikan UU lama, tentunya akan di jumpai beberapa perbedaan. Perbedaan ini ternyata tidak hanya berdampak bagi guru yang mengajar di sekolah-sekolah. Tapi juga memberi pengaruh pada dosen di pendidikan tinggi.

Baca juga: Pendidikan Antikorupsi Siap Diterapkan di Semua Jenjang Pendidikan

RUU Sisdiknas Terbaru Berdampak bagi Pendidikan Tinggi

RUU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) tengah memasuki tahap uji publik dan mendapatkan sambutan yang beragam. Banyak yang kontra terhadap isi dari RUU Sisdiknas tersebut, salah satunya berkaitan dengan penghapusan tunjangan pendidik.

Terlepas dari pro dan kontra, ternyata dampak perubahan RUU Sisdiknas tidak hanya d irasakan para guru yang mengajar di sekolah. Dampak perubahan ini ternyata juga di rasakan di pendidikan tinggi dan mengarah pada dosen dan institusi yang menaunginya.

Susunan pasal-pasal di dalam RUU Sisdiknas di ketahui juga membahas mengenai beberapa aspek di lingkungan pendidikan tinggi. Perubahan ini yang kemudian membuat RUU tersebut juga mempengaruhi sistem kinerja dosen dan institusi (PT).

Bagi dosen, bersama dengan RUU Sisdiknas jika memang kedepan di sahkan maka akan ada perubahan dalam pelaksanaan Tri Dharma. Sehingga dosen perlu mencermati isi RUU Sisdiknas seperti apa karena akan mempengaruhi tugas pokoknya ketika di sahkan.

Selain itu, RUU Sisdiknas juga di ketahui memberikan dampak pada tata kelola perguruan tinggi atau institusi pendidikan. Dampak perubahan RUU Sisdiknas di ketahui akan mempengaruhi hak otonom PTN.

Adanya fakta ini menunjukan bahwa RUU Sisdiknas perlu di dalami dan di pahami dengan baik. Sebab memberikan pengaruh terhadap seluruh jenjang pendidikan di tanah air, sesuai dengan namanya yakni Sistem Pendidikan Nasional.

Jika di sahkan, maka isi RUU Sisdiknas inilah yang akan di laksanakan sepenuhnya oleh seluruh penyelenggara pendidikan di Indonesia. Eksekusi aturan di dalam RUU ini salah satunya adalah pendidik, baik itu guru maupun dosen.

Dampak Perubahan RUU Sisdiknas

Adapun dampak perubahan RUU Sisdiknas juga di jelaskan langsung oleh pihak Kemdikbud pada 31 Agustus 2022. Yakni melalui akun Instagram resmi milik Kemdikbud di @kemdikbud.ri.

Berikut adalah detail perubahan di pendidikan tinggi mengacu pada isi RUU Sisdiknas terbaru:

1. Visi dan Misi Pendidikan Tinggi Semakin Fokus

Jika mendalam isi UU Sisdiknas lama, maka di sebutkan setiap perguruan tinggi dan seluruh elemen di dalamnya wajib melaksanakan Tri Dharma secara proporsional. Tiga tugas di dalamnya wajib di jalankan secara seimbang.

Yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang di laksanakan oleh dosen dan mahasiswa. Semua di laksanakan tanpa terkecuali dan dalam porsi sama besar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Namun, RUU Sisdiknas mengubah isi terkait pelaksanaan Tri Dharma tersebut. Dampak perubahan RUU Sisdiknas ini tak pelak mempengaruhi pelaksanaan Tri Dharma yang di lakukan dosen maupun mahasiswa.

Melalui RUU Sisdiknas terbaru di jelaskan, pelaksanaan Tri Dharma di sesuaikan dengan visi dan misi perguruan tinggi. Serta disesuaikan dengan mandatnya. Berhubung setiap perguruan tinggi memiliki visi dan misi berbeda.

Maka ketika RUU Sisdiknas sudah di sahkan, tidak ada kewajiban melaksanakan Tri Dharma dalam porsi seimbang di seluruh perguruan tinggi tanah air. Melainkan di sesuaikan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi dengan melihat visi, misi, dan mandat internal.

Adanya perubahan dari aspek ini bisa memberi angin segar bagi pengelola perguruan tinggi. Yakni bisa mengembangkan diri sesuai dengan tujuan atau fokus utama PT tersebut.

2. Terjadi Penguatan Otonomi di Pendidikan Tinggi

Dampak perubahan RUU Sisdiknas yang kedua bagi lingkungan pendidikan tinggi adalah pada penguatan otonomi. Seperti yang di ketahui bersama, selama ini PTN terbagi menjadi beberapa jenis sesuai tingkat otonomi yang di miliki.

Sebut saja seperti PTN satuan kerja, badan hukum, dan juga badan layanan hukum. Hak otonomi tertinggi adalah pada PTN Badan Hukum yang memiliki fleksibilitas dalam mengelola sumber pemasukan finansial PTN tersebut.

Hak otonomi ini kemudian mengalami perubahan besar di dalam RUU Sisdiknas, dimana di berikan sama rata kepada seluruh PTN. Artinya, semua PTN di Indonesia otomatis berstatus sebagai Badan Hukum yang punya hak otonomi tinggi.

Melalui perubahan ini di harapkan seluruh PTN di tanah air bisa terus maju dan berkembang sesuai dengan visi misi PTN tersebut. Sekaligus bisa mempercepat pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Sebab dengan memberikan penguatan hak otonomi, maka hal ini bisa menjadi sarana akselerasi bagi PTN untuk menguatkan layanan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Meskipun seluruh PTN akan di buat berbadan hukum bersama perubahan RUU Sisdiknas. Tidak lantas membuat pendanaan dari pemerintah ikut di kurangi sebagaimana yang berlaku untuk PTN Badan Hukum saat ini.

Melainkan di sediakan dana dalam jumlah yang tetap sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kemendikbud Ristek. Selain itu kebijakan RUU Sisdiknas ini juga tidak mempengaruhi kuota dan aturan terkait penerimaan mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu.

Artinya, meskipun secara otomatis seluruh PTN menjadi Badan Hukum. Namun di pastikan tetap akan memperoleh bantuan dana operasional dari pemerintah. Sekaligus tetap dibuka jalur afirmasi untuk mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu.

3. Penyederhanaan pada Standar Pendidikan Nasional

Dampak perubahan RUU Sisdiknas yang ketiga adalah terjadinya penyederhanaan pada standar pendidikan nasional. Jadi, selama ini standar pendidikan nasional total ada 8 poin yang mengatur pelaksanaan Tri Dharma.

Aturan ini di nilai terlalu mengikat dan administratif sehingga perlu di sederhanakan untuk memudahkan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia. Maka dari 8 poin standar di sederhanakan menjadi 3 standar saja.

Yakni mencakup input, proses, dan juga capaian. Perguruan tinggi di masa mendatang jika RUU Sisdiknas resmi di sahkan maka cukup fokus pada 3 standar pendidikan nasional tersebut.

Pada pendidikan tinggi, pelaksanaan Tri Dharma kemudian cukup fokus pada 3 standar pendidikan nasional tersebut. Hal ini tentu bisa di katakan sebagai sebuah angin segar agar para dosen tidak lagi disibukan dengan kegiatan administratif yang berlimpah dan fokus pada capaian atau hasil.

Penyederhanaan ini tentu saja membantu dosen dan mahasiswa untuk fokus dengan kegiatan yang di lakukan agar sesuai dengan tujuan utama pelaksanaannya. Tidak lagi terikat aturan baku yang di tetapkan pemerintah. Sebab kondisi dan kebutuhan setiap perguruan tinggi dijamin berbeda-beda.

Harus diakui bahwa isi RUU Sisdiknas tidak melulu negatif, adanya perubahan dari UU Sisdiknas lama tentu bertujuan untuk menyempurnakan kekurangan yang sudah ada. Sehingga bisa memberikan dampak positif bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Melalui penjelasan dampak perubahan RUU Sisdiknas tersebut, di harapkan bisa menjadi bahan untuk mendalami kembali isi RUU tersebut. Selain itu penting untuk update penjelasan dari pihak Kemdikbud baik melalui website maupun akun media sosial resminya.

Pendidikan Antikorupsi

Pendidikan Antikorupsi Siap Diterapkan di Semua Jenjang Pendidikan

Pendidikan Antikorupsi Siap Diterapkan di Semua Jenjang Pendidikan

Komitmen bersama dari segenap lembaga untuk memerangi dan memberantas korupsi di negeri ini kembali ditunjukkan oleh pemerintah. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menandatangani Komitmen Implementasi Pendidikan Antikorupsi pada jenjang pendidikan dasar, menengah, dan tinggi pada Selasa (11/12) di Jakarta.

Penandatanganan komitmen ini di laksanakan pada rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pendidikan Antikorupsi yang di laksanakan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi dengan mendorong di implementasikannya pendidikan antikorupsi di setiap jenjang. Implementasi tersebut di wujudkan dengan lahirnya kebijakan dari setiap kementerian terkait insersi pendidikan antikorupsi pada kurikulum pendidikan di Indonesia.

Inisiasi untuk turut serta berperan aktif mencegah dan memberantas korupsi telah di upayakan di lingkungan Kementerian Ristekdikti. Menristekdikti menyebutkan pihaknya selalu meminta pendampingan dalam mengelola keuangan negara.

“Sistemnya sudah kita bangun. Setiap PTN misalnya, dalam laporannya harus selalu terintegrasi dalam evaluasi dan monitoring. Kita juga menyusun E-budget untuk menghindari pertemuan antara penyusun dan pengguna yang berpotensi problem,” ujar Nasir.

Menristekdikti menilai adanya Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) di perguruan tinggi belumlah cukup. Pembelajaran antikorupsi kedepannya akan di rencanakan masuk ke dalam MKDU (mata kuliah dasar umum).

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengatakan pendidikan anti korupsi bukan hanya terkait siswanya saja tapi juga guru, dosen, para pegawai, dan komponen lainnya. Dalam hal ini, keseluruhan tata kelola perguruan tinggi harus mengedepankan pencegahan korupsi.

Memupuk Integritas Generasi Penerus

”Pembelajaran anti korupsi di perguruan tinggi beberapa sudah di lakukan, misalnya di ITB. Ada komunitas dosennya, ada kebijakannya, misal jika ada murid yang melakukan nyontek akan diskors satu semester. Bahkan di (Universitas) Binus, itu menyatakan jika ada alumninya yang korupsi maka ijasahnya akan di tarik. Mudah-mudahan dengan nanti kita membuat roadmap akan terjadi revolusi mental yang sesungguhnya di mulai dari dunia pendidikan ini,” ujarnya.

Sampai dengan tahun 2018, Kementerian Ristekdikti telah melaksanakan training untuk ribuan dosen dari berbagai bidang ilmu yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, serta berbagai kampus baik negeri maupun swasta yang terlibat dalam ToT ( Training of Trainer) Pendidikan Anti Korupsi untuk Perguruan Tinggi.

Baca juga: 5 Manfaat Berjuang Meraih Pendidikan Tinggi

Pencegahan Korupsi Melalui Pendidikan

Upaya ini di lakukan dalam rangka lebih memantapkan kembali para Dosen Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Ristekdikti untuk mengajarkan nilai-nilai integritas dan anti-korupsi bagi mahasiswa di Perguruan Tingginya masing-masing.

Upaya lain yang telah di laksanakan adalah pemanfaatan Teknologi Informasi. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, saat ini seluruh pendaftaran proposal pengusulan pembukaan perguruan tinggi serta program studi baru, pengusulan proposal baik penelitian maupun pengabdian di lingkungan Kemenristekdikti telah di lakukan dengan cara online.

Manfaat Berjuang Meraih Pendidikan

5 Manfaat Berjuang Meraih Pendidikan Tinggi

5 Manfaat Berjuang Meraih Pendidikan Tinggi

Mencoba meraih pendidikan tinggi hingga ke jenjang universitas merupakan langkah yang tepat, termasuk untuk kaum Hawa. Sebab pengaruh dari tingkat pendidikan pada nasib seseorang sangat besar.

Selain itu manfaat dari pencapaian pendidikan hingga tingkat tinggi sangat kompleks bagi pelakunya. Sehingga kendala apapun yang di hadapi sudah semestinya di taklukan untuk mencicipi berbagai manfaat tersebut.

Baca juga : Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 Dibuka Mei Ini!

Manfaat Berjuang Meraih Pendidikan Tinggi

Tingkat pendidikan masyarakat di Indonesia dan mungkin di seluruh dunia terus berkembang. Dulunya di Indonesia, lulus dari S1 adalah hal besar dan membanggakan karena jumlah sarjana sangat terbatas.

Namun semakin kesini jumlah sarjana terus meningkat dan lulusan dari jenjang S2 maupun S3 juga semakin tinggi. Hal ini menunjukan bahwa setiap orang memiliki impian untuk meraih pendidikan tinggi setinggi-tingginya.

Mengapa? Alasan setiap orang tentu berbeda-beda, termasuk juga kamu yang sedang berjuang meraih pendidikan setinggi mungkin. Secara umum berpendidikan tinggi memberi manfaat menarik berikut ini:

1. Memperluas Wawasan

Manfaat pertama dari pencapaian pendidikan yang tinggi adalah bisa memperluas wawasan. Sebab dengan kuliah bahkan sampai keluar negeri kamu berkesempatan belajar lebih banyak hal, di banding berdiam di rumah atau terjun di satu perusahaan setelah lulus SMA.

Kamu bisa tahu lebih banyak hal terutama jika sangat bersungguh-sungguh selama kuliah. Bisa jadi wawasan yang di miliki tidak hanya sebatas program studi yang di ambil, namun menyentuh bidang atau program studi lainnya.

Wawasan yang luas ini akan membantu kamu memiliki kepribadian yang terbuka dan lebih humble. Semakin banyak yang di ketahui dan semakin banyak yang di kenal, maka akan bertemu dengan hal-hal dan orang-orang yang luar biasa dan menginspirasi kamu untuk terus mengembangkan diri.

2. Keahlian dan Keterampilan Lebih Beragam

Semakin tinggi pendidikan seseorang maka keahlian dan keterampilan yang di miliki juga semakin beragam. Hal ini sejalan dengan apa yang dipelajari selama kuliah dan apa yang di kerjakan di perusahaan ketika berkarir.

Semakin banyak hal di lakukan dan dipelajari, sehingga meningkatkan potensi diri. Misalnya saja dulu setelah lulus SMA hanya bisa menyalakan dan mematikan komputer. Setelah kuliah bisa menjalankan berbagai aplikasi di dalamnya, termasuk paham cara merawat komputer tersebut dengan bijak.

3. Mendapat Keuntungan Ekonomi

Manfaat pendidikan tinggi berikutnya adalah berhubungan dengan aspek ekonomi dan bisa di katakan ke aspek finansial. Meraih pendidikan yang tinggi membantu kamu mendapat pekerjaan yang prestisius di perusahaan prestisius pula.

Sehingga gaji yang di terima lebih lumayan dan bisa memperbaiki kondisi perekonomian. Tidak hanya ekonomi diri sendiri, namun juga keluarga dan bahkan orang lain lewat bantuan finansial yang kamu berikan.

4. Pilihan Pekerjaan Lebih Banyak

Jika menempuh pendidikan tinggi sampai ke jenjang universitas atau perguruan tinggi. Maka setelah lulus akan memperoleh prospek karir yang lebih luas atau banyak.

Sehingga memberi kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan yang memang sesuai dengan keinginan maupun keterampilan yang di miliki. Tidak sulit pula untuk mendapatkan pekerjaan yang gajinya sesuai dengan harapan.

5. Punya Jaringan yang Luas

Memutuskan untuk melanjutkan kuliah, baik menabung dulu dengan bekerja setelah lulus SMA maupun bekerja sambil kuliah adalah langkah tepat. Sebab dengan melanjutkan pendidikan kamu berkesempatan membangun jaringan yang luas.

Kamu bisa mendapatkan bantuan saat menghadapi berbagai kesulitan. Misalnya kesulitan finansial, kesulitan mengerjakan tugas dosen, kesulitan mencari pekerjaan, dan sebagainya. Begitupun sebaliknya, kamu bisa membantu lebih banyak orang dengan apa yang sudah dicapai setelah lulus kuliah.

Ada lebih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan dengan meraih pendidikan tinggi semaksimal mungkin. Jadi, jangan ragu dan jangan patah semangat untuk memperjuangkannya.

Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024

Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 Dibuka Mei Ini!

Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 Di buka Mei Ini!

Program beasiswa bergengsi dari pemerintah Indonesia ternyata tak hanya beasiswa LPDP, akan tetapi juga ada program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Program beasiswa ini masih tergolong baru, karena pertama kali dirilis di tahun 2021 lalu.

Meskipun begitu dengan cakupan semua jenjang pendidikan dan perguruan tinggi tujuan bisa di dalam maupun luar negeri. Program beasiswa satu ini bisa di jadikan pilihan selain beasiswa LPDP untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin secara gratis. Berikut detail informasinya.

Apa Itu Beasiswa Pendidikan Indonesia?

Program Beasiswa Pendidikan Indonesia kemudian di sebut dengan istilah BPI. Beasiswa Pendidikan Indonesia merupakan program beasiswa hasil kerjasama Kemdikbud dengan LPDP untuk kuliah gratis di dalam maupun luar negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3.

BPI menjadi salah satu program beasiswa bergelar yang pelaksanaannya di lakukan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan. Sementara untuk sumber dana di dalam program ini, bersumber dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Sesuai dengan pengertiannya, program beasiswa satu ini di tujukan untuk semua jenjang pendidikan tinggi. Sehingga lulusan SMA maupun SMK bisa ikut berpartisipasi untuk mendapatkan beasiswa di jenjang S1.

Sementara untuk lulusan S1 maupun S2, baik dari perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, juga bisa ikut serta dengan memilih jenjang pendidikan yang sesuai. Sebab ada jenjang pendidikan S2 dan juga S3.

Dimana para penerima bisa kuliah? Dalam ketentuan program Beasiswa Pendidikan Indonesia di sebutkan bahwa penerima program bisa kuliah di perguruan tinggi atau universitas manapun, baik di dalam maupun luar negeri.

Beasiswa Pendidikan Indonesia di ketahui bersifat penuh (fully funded). Sehingga tidak hanya mencakup biaya pendidikan saja, melainkan juga menyediakan dana untuk memenuhi kebutuhan harian seperti akomodasi, transportasi, dan lain-lain kepada penerima program.

Sejauh ini, BPI di selenggarakan dalam dua skema, yakni program bergelar dan non gelar. Pada tahun 2022, BPI hanya di buka untuk beasiswa bergelar. Sedangkan sasaran dari program ini sendiri cukup beragam di sesuaikan dengan jenjang pendidikan, yaitu:

  1. Beasiswa jenjang S1, di tujukan untuk:

    • Calon guru SMK
    • Pelaku budaya, dan lainnya
  2. Beasiswa jenjang S2, di tujukan untuk:

    • Dosen yang memiliki NUP (Nomor Urut Pendidik)
    • Calon dosen pada PTNB (Perguruan Tinggi Negeri Baru)
    • Tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri Pendidikan Akademik/ Vokasi dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
    • Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di Lingkungan Kemendikbud Ristek,
    • Pelaku Budaya
    • Guru/ Pendidik/ Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan formal dan non formal di lingkungan Kemendikbud Ristek
    • Mahasiswa berprestasi.
  1. Beasiswa jenjang S3, di tujukan untuk:

    • Dosen perguruan tinggi akademik
    • Dosen perguruan tinggi vokasi
    • Tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Negeri Pendidikan Akademik/ Vokasi dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
    • Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di Lingkungan Kemendikbud Ristek
    • Guru/ Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada satuan pendidikan formal dan non formal di lingkungan Kemendikbud Ristek
    • Dosen pendidikan profesi Guru
    • Pelaku Budaya
    • Dosen/peneliti atau calon dosen/peneliti fakultas kedokteran di Indonesia

Baca juga: Pendidikan Politik di Desa Mengembangkan Kesadaran Politik Warga Desa

Jadwal BPI 2024

Sudahkah program BPI Tahun 2024 dibuka pendaftarannya? Kabar baik! Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia 2024 dibuka pada 2-31 Mei 2024 (untuk perguruan tinggi luar negeri) dan 2 Mei – 30 Juni 2024 (untuk perguruan tinggi dalam negeri).

Pendidikan Politik di Desa

Pendidikan Politik di Desa Mengembangkan Kesadaran Politik Warga Desa

Pendidikan Politik di Desa Mengembangkan Kesadaran Politik Warga Desa

Pengertian Pendidikan Politik

Pandidikan Politik adalah proses pembelajaran untuk mengembangkan pemahaman tentang politik dan meningkatkan partisipasi aktif dalam kegiatan politik. Pendidikan politik dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran publik, meningkatkan pengetahuan tentang sistem politik serta melembagakan prinsip demokrasi.

Tujuan Pendidikan Politik

Tujuan pendidikan politik adalah untuk membentuk warga negara yang berpartisipasi aktif dalam kehidupan politik negara. Dalam pendidikan politik, seseorang juga akan mempelajari bagaimana sistem politik beroperasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta bagaimana mengatasi perbedaan pendapat dengan cara yang damai dan konstruktif.

Manfaat Pendidikan Politik

Pendidikan politik memiliki manfaat yang sangat penting untuk pembentukan warga negara yang aktif, cerdas dan berkarakter. Dalam pendidikan politik, individu akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pemerintah bekerja, cara mendapatkan informasi dan mengambil keputusan politik, serta pentingnya hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Baca juga: Pendidikan Revolusi dan transformasi sistem

Pendidikan Politik di Desa

Di desa menjadi hal yang penting di era demokrasi saat ini. Desa merupakan salah satu wilayah yang memegang peran penting dalam pemilu dan pemilihan kepala desa. Oleh karena itu, program pendidikan politk di desa perlu dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal pemilu dan ke pemimpinan desa. Program desa melaksanakan program pendidikan politik di desa dengan berbagai cara.

Misalnya melalui seminar atau pelatihan bagi warga desa. Program pendidikan politik ini dapat mengajarkan hal-hal mengenai hak dan kewajiban dalam demokrasi, tata cara pemilu, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan politik. Program pendidikan politik di desa juga bisa di lakukan melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat. Misalnya dengan mengadakan debat kandidat saat pemilihan kepala desa atau mengadakan forum diskusi politik desa.

Metode Pendidikan Politik di Desa

Pendidikan politik di desa adalah langkah penting untuk membangun kesadaran politik dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan lokal. Dengan menggunakan metode yang tepat, pendidikan politik di desa dapat menjadi instrumen efektif dalam membentuk pemahaman warga tentang sistem politik, hak-hak mereka, dan bagaimana mereka dapat berkontribusi secara aktif. Berikut adalah beberapa metode yang dapat diterapkan dalam di tingkat desa.

Diskusi Kelompok:

Diskusi kelompok adalah metode yang efektif untuk membangun pemahaman dan memecahkan masalah bersama. diskusi kelompok dapat di gunakan untuk membahas isu-isu lokal, peran lembaga-lembaga desa, dan hak serta kewajiban warga.

Sosialisasi Aturan dan Prosedur:

Masyarakat desa perlu memahami aturan dan prosedur yang mengatur kehidupan politik mereka. Sosialisasi ini dapat melibatkan penyuluhan mengenai tata cara pemilihan, peran lembaga-lembaga desa, dan proses pengambilan keputusan. Informasi ini membantu menciptakan lingkungan yang transparan dan terbuka.

Bukan hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga tentang membangun kapasitas masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik mereka. Dengan metode yang kreatif dan berfokus pada kebutuhan lokal, Menjadi motor penggerak untuk mewujudkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.